Jumat, 18 Maret 2022

Perancangan E-Payment System pada E-Wallet Menggunakan Kode QR Berbasis Android

Tugas Kuliah    : Metode Penelitian

Dosen             : Sondang Sibuea, M.Kom


Perancangan E-Payment System pada E-Wallet Menggunakan Kode QR Berbasis Android

Vinna Dwi Ariyanti Saputri
2012191041
Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Komputer, Universitas M.H.Thamrin

ABSTRAK – Sistem pembayaran uang elektronik (e-payment) adalah metode alat pembayaran non tunai yang disimpan di dalam server based (e-wallet) atau chip based (e-money). Dengan tujuan, dapat mempermudah pengguna saat melakukan transaksi pembayaran atau transfer. Saat ini di Indonesia pengguna e-wallet masih lebih kecil dibandingkan pengguna e-money, dikarenakan metode penggunaan e-money dianggap lebih mudah dan fleksibel. Beragamnya metode transaksi pembayaran serta fitur transfer yang hanya ke sesama pengguna e-wallet, membuat e-money lebih digemari masyarakat Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka dari itu perlunya Electronic Data Capture yang dapat memberikan pilihan bagi pengguna untuk bertransaksi menggunakan beberapa metode, yaitu menggunakan sidik jari, kartu RFID, atau aplikasi android.

Kata Kunci – e-Payment, e-Wallet, e-Money, QR, RFID, Android


PENDAHULUAN

Sistem pembayaran uang elektronik (e-payment) tidak dipungkiri menjadi salah satu solusi media pembayaran atau penyimpanan dana sementara. Saat ini, e-payment sudah berkembang dan semakin lazim dipakai oleh masyarakat Indonesia baik yang berupa kartu (e-money) atau berbasiskan aplikasi (e-wallet)[1]. Kenyataan ini memperlihatkan bahwa jasa pembayaran e-payment yang dilakukan Bank maupun lembaga selain Bank (LSB), baik dalam proses pengiriman dana, penyelenggara kliring maupun sistem penyelesaian akhir (settlement) sudah tersedia dan dapat berlangsung di Indonesia.

Menurut BI (Bank Indonesia) proses transaksi tunai sedikitnya Rp. 174,3 triliun/hari, sedangkan e-payment Rp. 8,8 triliun/hari baik itu yang dilakukan oleh Bank maupun LSB [2]. Hal ini membuktikan bahwa walaupun e-payment sudah berkembang dan semakin lazim dipakai oleh masyarakat akan tetapi rasio penggunanya masih lebih kecil dibandingkan dengan pengguna tunai. Mengapa, Hal ini diakibatkan dari kurangnya kenyamanan dan keamanan e-money baik itu debit atau kredit, contohnya ketika kartu rusak, hilang dan lain sebagainya.

Ketika kartu hilang maka pengguna harus segera melakukan pemblokiran untuk mengurangi risiko pencurian. Saat ini, proses pemblokiran hanya dapat dilakukan dengan cara datang langsung ke instansi terkait atau melalui telepon. Akan tetapi, ketika pengguna akan membuat kartunya kembali pengguna harus menyediakan dokumen ulang bahkan surat kehilangan dari kepolisian dan lain sebagainya [3]. Hal ini yang membuat pengguna e-money enggan untuk membuat kartunya kembali.

Maka dari itu penulis berupaya membuat E-payment System yang dapat memberikan kemudahan bertransaksi dengan memiliki 3 metode yaitu menggunakan Sidik Jari, RFID dan QR Code serta pengelolaan keuangan menggunakan aplikasi Android.


METODE DAN BAHAN

Metode Penelitian

Metode yang dilakukan untuk membuat sistem ini yaitu :

1. Studi Literatur

Metode studi literatur dilakukan dengan cara mempelajari sumber referensi yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan, di antaranya melalui buku, jurnal dan internet.

2. Observasi (Survei lapangan)

Pengumpulan data lapangan, untuk mengetahui apakah sudah terdapat alat sejenis atau belum. Dan jika sudah ada, apa perbedaan dengan alat yang dibuat oleh penulis.

3. Perancangan

Metode ini meliputi perancangan software dengan menggunakan Android Nougat dan database yang akan digunakan pada sistem ini.

4. Pengujian

Pengujian dilakukan secara modular dan keseluruhan pada sistem yang telah selesai dibuat. Pengujian dilakukan untuk memenuhi apakah sistem sudah berfungsi dengan baik atau belum.

5. Wawancara

Wawancara dilakukan untuk mendapat saran dan komentar dari pihak yang berhubungan dengan sistem ini yaitu masyarakat.

6. Dokumentasi

Menyusun laporan dan pembuatan dokumen penelitian.

  • E-Payment System

E-payment adalah sistem pembayaran yang menggunakan media internet sebagai komunikasi. Banyak perusahaan yang menyediakan pihak penjual dan pembeli dengan memberikan jaminan keamanan transaksi elektronik. Untuk menjamin keamanan transaksi tersebut, perusahaan yang menjadi perantara akan bekerja sama dengan sejumlah lembaga perbankan untuk mulai memfasilitasi e-payment secara aman, cepat dan praktis[2].

  • E-Money

E-money adalah alat pembayaran digital atau alat pembayaran yang menggunakan media elektronik berupa chip. Pada umumnya e-Money berupa kartu baik itu debit maupun kredit. Terdapat beberapa e-Money chip based yang saat ini ada di pasar yaitu Flazz BCA, E-Money Mandiri, Brizzi BRI, Tap Cash BNI, Blink BTN, Mega Cash, Nobu E-Money, JakCard Bank DKI dan Skye Mobile Money terbitan Skye Sab Indonesia

  • E-wallet

E-Wallet atau dompet elektronik adalah alat pembayaran digital atau alat pembayaran digital yang menggunakan media elektronik berupa server based. Pada umumnya e-Wallet berupa aplikasi yang berbasis di server dan dalam proses pemakaiannya memerlukan sebuah koneksi terlebih dulu dengan penerbitnya. Terdapat beberapa e-Wallet yang saat ini ada di pasar yaitu T-Cash Telkomsel, XL Tunai, Rekening Ponsel CIMB Niaga, BBM Money Permata Bank, DOKU, dan lain sebagainya [3].

  • Kode QR

Kode QR adalah suatu jenis kode matriks atau kode batang dua dimensi yang dikembangkan oleh Denso Wave, sebuah divisi Denso Corporation yang merupakan sebuah perusahaan Jepang dan dipublikasikan pada tahun 1994 dengan fungsionalitas utama yaitu dapat dengan mudah dibaca oleh pemindai QR merupakan singkatan dari quick response atau respons cepat, yang sesuai dengan tujuannya adalah untuk menyampaikan informasi dengan cepat dan mendapatkan respons yang cepat pula. Berbeda dengan kode batang, yang hanya menyimpan informasi secara horizontal, kode QR mampu menyimpan informasi secara horizontal dan vertikal, oleh karena itu secara otomatis kode QR dapat menampung informasi yang lebih banyak daripada kode batang[4,5,6]. Gambar 1 merupakan tampilan kode QR. 

Gambar 1. Kode QR

  • Diagram Blok
Pada Gambar 2 merupakan diagram blok sistem yang menjelaskan antar sub sistem, didalam blok terdapat sistem yang akan di buat dan sistem lain terdapat diluarannya.
Keterangan diagram blok sistem pada Gambar 2 diterangkan pada Tabel 1.
Gambar 2. Diagram Blok Sistem

Tabel 1. Keterangan Diagram Blok Sistem


  • Perancangan Software Aplikasi Android
Aplikasi Android hanya dipergunakan oleh user untuk melakukan transaksi, transfer, tarik dana, top up saldo, pembelian pulsa, melihat riwayat, membuat kartu RFID dan memblokir kartu RFID. Gambar 3 sampai Gambar 6 merupakan tampilan aplikasi Android yang dibuat.

Gambar 3. Sign-Up

Gambar 4. Home                                                                           Gambar 6. Transfer

Gambar 5. Transaction

Deskripsi Gambar :
  1. Pengguna hanya dapat mendaftarkan akun di satu username dan alamat email saja, sehingga menghindari adanya persamaan akun antara pengguna seperti pada gambar Gambar 3.
  2. Beberapa menu seperti Saldo, Transaksi, Transfer, Pencairan Dana, Topup saldo, dan history tertera di halaman utama sedangkan untuk lainnya akan ditampilkan pada list slide menu seperti pada Gambar 4.
  3. Menu Transaction Reader merupakan menu Transaksi bagi pengguna melalui Kode QR di mana nantinya pengguna akan dimintai untuk menscan Kode QR dan akan tampil data berupa invoice seperti pada Gambar 5.
  4. Menu Transfer merupakan menu yang dapat memindahkan saldo aplikasi ke sesama pengguna aplikasi, maupun menjadikannya saldo nominal ke rekening bank seperti pada Gambar 6.

KESIMPULAN

Berdasarkan pengamatan dan data yang telah didapatkan dari beberapa pengujian, “E-Payment System Menggunakan Kode QR Berbasis Android” menghasilkan beberapa kesimpulan sebagai berikut :
Berdasarkan hasil pengujian alpha pada aplikasi, didapatkan kesimpulan sebagai berikut :
  • Uji antarmuka
Fungsional parameter konten yang tersedia pada aplikasi, mampu menampilkan dan berfungsi sesuai dengan apa yang dirancang.
  • Uji compatibility
Aplikasi dapat menampilkan dan berfungsi \ di setiap parameter konten yang tersedia di berbagai perangkat smartphone Android dengan minimal versi Android 4.2.2 (Jelly Bean) dan dengan minimal ukuran layar 5.0 inch.
  • Uji respon time system
Dengan menggunakan provider 3 sebagai jaringan, aplikasi mampu mengambil dan mengeksekusi data dari aplikasi ke web server ataupun sebaliknya dengan waktu tidak lebih dari 5 detik, sehingga aplikasi dapat dikatakan respon time system.
  • Uji pengiriman gambar
Dengan menggunakan provider 3 sebagai jaringan, aplikasi mampu mengirim gambar dengan format jpg, jpeg dan png sebagai bukti pembayaran dengan size maksimum tidak lebih dari 2,1 MB.
  • Uji pembacaan kode QR
Sistem mampu membaca dan mengenali kode QR dengan value yang terdaftar di data base sistem.


REFERENSI

[1] R. Ibrahim and S. Y. Yen, "Formalization Of The Data Flow Diagram Rules For Consistency Check," International Journal Of Software Engineering & Applications, vol. 1, p. 96, 2010.

[2] "Kekurangan Tunai vs Keuntungan Non Tunai," 16 Februari 2017. [Online]. Available: http://www.nontunai.com/kekurangan-tunai-vs-keuntungan-nontunai/. [Accessed 3 Agustus 2018].

[3] https://www.halomoney.co.id/blog/mengenal-perbedaan-uang-elektronik-e-Money-dan-e-Wallet.

[4] M.KOM Mochamad Fajar W. Komputer Aplikasi. Dokumen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Contact Me

Halo, temukan saya di : Instagram    : Instagram - VINNA.DAS Twitter        : Twitter - VINNA